Berita

Hadiri Wisuda Ipmafa VII, Menaker Dorong Pribadi Unggul Di Era Revolusi Industri 4.0

Pati, Menteri Ketenagakerjaan Muhamad Hanif Dhakiri, menghadiri Wisuda VII Program Sarjana Tahun 2018 Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati di Kampus Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Hadir pula beberapa tamu undangan meliputi Yayasan, Syuriah NU Pati, Pemerintah Daerah, media, dan sejumlah perwakilan perguruan tinggi yanga lain.

Dihadapan 181 wisudawan/wisudawati dan ratusan orang tua dan wali wisudawan, Menaker memberikan kuliah umum tentang Tantangan dan Peluang Alumni Kampus Pesantren di Era Revolusi Industri 4.0.

Hanif mengungkapkan bahwa investasi sumber daya manusia (SDM) merupakan hal penting dalam menyiapkan generasi dengan daya saing yang dibutuhkan. SDM yang berkualitas yang dibutuhkan saat ini dan yang akan datang harus memiliki skill yang relevan sekaligus skill tersebut harus responsif terhadap perkembangan zaman.

Menaker Hanif Dhakiri menegaskan bahwa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang masif ini, pembangunan SDM selalu menjadi perhatian serius pemerintah agar bangsa Indonesia benar-benar memiliki daya saing yang relevan.

Hanif juga menyoroti beberapa perubahan perkembangan zaman yang harus disiapkan khususnya oleh generasi muda. Tidak lama lagi orang akan dihadapkan pada masa yang disebut “the Age of Abundance” atau Era Keberlimpahan.

Hanif berpesan kepada wisudawan-wisudawati bahwa dalam menghadapi tantangan masa depan yang kompetitif harus memiliki kemampuan di atas standar karena dengan kemampuan di atas rata-rata ini akan mampu bersaing. Untuk mencapai hal itu hanya bisa dilakukan dengan usaha yang di atas rata-rata pula. “Adalah orang gila yang mau hasil luar biasa tapi usahanya biasa-biasa saja” tegasnya.

Di akhir, ia menambahkan bahwa setelah memiliki pribadi di atas standar, dibutuhkan tiga hal penting yaitu: inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Tiga hal tersebut menjadi kunci untuk menghadapi perubahan dan tantangan dunia saat ini.

Menteri yang juga alumnus UIN Semarang ini mengapresiasi alumni IPMAFA sudah dibekali dengan karakter dan akhlak yang baik. Hal itu akan juga menjadi modal utama karena di masa depan karakter ini mempunyai peranan besar yang angkanya mencapai 85%.

“Kebutuhan di pasar kerja di masa depan, 85 persen karakter, 15 persenya kompetensi atau skill.” ungkapnya. Ini artinya mahasiswa-mahasiswi Ipmafa sudah memiliki modal yang sangat kuat dari lembaga pendidikan yang berbasis nilai-nilai pesantren.